Breaking news

Wawancara Tanpa Sepengetahuan, LPSK Cabut Perlindungan Richard Eliezer Politisasi Pelacakan Virus Telah Merusak Kredibilitas Amerika Serikat Karena China Bantah COVID-19 Bocor dari Laboratoriumnya Kembali Simak Fakta-Fakta Mengenai Ledakan Blitar yang Merenggut 4 Nyawa Hingga Kerusakan 25 Rumah Sudah Kenal Lebih Dalam dengan Kekasih SooYoung SNSD, Jung Kyung Ho? Berikut Fakta-Faktanya Tidak Bisa Tutupi Kekecewaan Gagal Boyong Kyrie Irving, Simak Profil LeBron James Berikut Beberapa Alasan Novak Djokovic Layak Disebut Sebagai Petenis Terhebat dan Simak Profilnya Simak Review Tentang Film Seri Terbaru di HBO ‘The Last of Us’ Sudah Tau Jadwal Copa Del Rey 2023 Babak 16 Besar 18-20 Januari? Barcelona Berada Di Atas Awan. Tidak Perlu Khawatir Komunikasi Saat Natal dan Tahun Baru Terkendala, Kominfo dan Operator Sudah Memiliki Langkah Antisipasinya. Kenalan sama Lensa AI, Aplikasi Edit Foto yang Dikritik Para Seniman Nottingham Forest vs Liverpool: Live Streaming, Prediksi dan Melempemnya The Reds Kekalahan Ajaccio dari PSG, Menggilanya Lionel Messi dan Kylian Mbappe Menghasilkan Skor 3-0 Prediksi Charles Oliveira vs Islam Makhachev, Khabib Nurmagomedov Dukung Islam Sebagai Juaranya! ‘The School for Good and Evil’ Akan Tayang, Intip dulu 8 Fakta Berikut! Para Pemeran Serial Harry Potter Menyampaikan Ungkapan Dukanya untuk Robbie Coltrane, Pemeran Rubeus Hagrid
Gameplanchallenge.com – Dalam menit pertama The Last of Us dari HBO, amat jelas apabila serial ini tidak akan sebagai menyesuaikan diri langsung dari film game yang dicintai. Awalnya yang dingin mendirikan kisah di balik asal mula virus yang akan beraksi sebagai katalisator untuk seluruh benda yang akan datang dalam adegan talkshow yang nadanya lebih serupa dengan benda yang keluar dari Chernobyl ciptaan showrunner Craig Mazin. Ini mengelola platform dengan sempurna untuk pendatang baru yang memberikan kondisi hawar yang amat relevan lebih-lebih bagi gamer yang ahli dalam games ini. Ini merupakan etos yang diulangi di segala seri perdana, yang beraksi sebagai titik masuk baru yang inteligen ke dunia The Last of Us. Serial perdana ini menyentuh separuh hal penting adalah ia mencawiskan dunia yang akan kita habiskan delapan bagian selanjutnya, dan menentukan Joel sebagai sifat lingkungan yang sesungguhnya. Kala kita berjumpa dengannya di Texas 20 tahun saat sebelum kejadian utama, pusat dunianya merupakan putrinya, Sarah, yang diperankan dengan epik oleh Nico Parker. Peregangan awal cerita Sarah menawarkan fragmen kehidupan saat sebelum hawar yang akan datang yang kelihatan melewati mata remajanya yang penuh rasa ingin tahu memberi kita hubungan yang lebih dalam dengannya saat sebelum kita muncul-tiba terurai di akhir bagian. Dalam adegan awal ini menjalankan karier yang luar biasa tidak cukup menyangkutpautkan kita dengan dunia yang dulu familier, namun juga dengan hubungan kunci bapak Joel dan Sarah yang keduanya mengontekstualisasikan data kunci dengan teknik yang amat sentimental. Saat malam tiba dan seluruhnya kemelut berlangsung, kami menjumpai separuh kilasan pertama dari adegan yang diperoleh dari game yang sudah diberi kehidupan baru. Menariknya, salah satu yang pertama nyaris dengan cara langsung menjiplak posisi kamera dalam game saat kita menongkrong di bangku balik truk bersama Sarah dan melihat kemelut yang berlangsung dari  pandangnya. Ini merupakan deretan yang juga memberi kita pemikiran ke dalam jiwa lingkungan Joel saat Pedro Pascal dengan cara halus menunjukkan watak hirau dan kejamnya. Dia akan menjalankan apa saja untuk menjaga orang-orang yang dicintainya, lebih-lebih bila itu berarti meninggalkan orang lain untuk memelihara diri mereka sendiri, kayak yang ditunjukkan oleh penolakannya untuk menolong keluarga yang memerlukan di sisi jalan. Kala berjalan kaki, kita mulai merasakan intimidasi yang kini membersihkan jalanan saat api membakar, alat transportasi meledak, dan yang terkena lahir. Infeksi awal berkecimpung kayak bayi yang melatih diri berlari tidak percaya dengan badan baru mereka namun bernazar saat mereka tumpah di kurang lebih ruangan. Mereka melatih diri untuk beken di dunia yang tiba-tiba kayak dunia melatih diri untuk beken bersama mereka yang tidak ada sempat menjalankan karier yang baik kayak yang ditunjukkan. Tetap saja, seluruhnya itu bermuara pada momen yang akan menjadikan tiap pandangan kehadiran Joel semenjak saat itu, dengan kematian putrinya. Ini amat sontak dan mengagetkan kayak umumnya yang bisa jadi itu yang pertama alias yang ke-12 kalinya kamu menyaksikannya dan kian memilukan dengan rengekan putus asa Pascal.   Pembukaan yang Mengenai Hati Ini merupakan separuh jam introduksi yang mengenai rumah berkah penampakan yang mengiris hati, namun juga keelokan teknisnya. Kala kehidupan wajar kian dekat, tragedi yang akan datang senantiasa tidak terfokus dengan cara lurus semacam itu dalam sketsa mengusik orang sebelah Sarah yang telah tua dan kejang-kejang. Surya yang hangat membanjiri layar saat sebelum warna merah dan biru yang menggerunkan melesat menyerobot kemalaman saat lensa terbentang, sama kayak kita, pada momentum wabah yang berkerumun. Kepergian Sarah memberitahukan pergantian fokus kamera ke Joel 20 tahun selanjutnya saat warna coklat, hijau, dan abu-abu menciptakan dunia sebagai jemu dan memberitahukan masa-masa gelap akan senantiasa ada. Ini merupakan pelaksanaan pintar dari sikap kamera dan perpindahan perspektif yang bergerak dengan amat baik. Dunia baru yang keras mengambil alih rakyat saat kita disambut di area Karantina Boston dan palsu komunitas yang dimiliterisasi yang sebagai rumah bagi komunitas itu. Virus jamur sudah tersiar tanpa ada obat yang dijumpai. Bentuk yang mencolok dari hal ini dapat ditinjau pada kematian klinis dan pembakaran seseorang anak laki-laki yang baru terkena yang menyongsong kita di tahun 2023 pilihan ini. Di sinilah kita berjumpa dengan seseorang anak lain yang baru saja digigit oleh orang yang terkena, namun anak itu bisa jadi memiliki kunci untuk membuka kunci dunia kayak yang normal diketahui oleh penduduknya. Ellie, produk lingkungannya yang kurang didik, melompat dari layar semenjak saat-saat pertamanya berkah kesan Bella Ramsey. Kita tidak dapat menghabiskan banyak durasi bersamanya kali ini, namun jelas apabila Ramsey diatur untuk sebagai tenaga alam yang wajib diperhitungkan sepanjang serial ini dan yang bisa jadi dibutuhkan untuk meragut kembali dunia dari watak sakit-sakitan yang sudah menguasainya. Anna Torv juga memesona sebagai Tess yang keras, yang dengan cara eksklusif bercahaya dalam adegan investigasi yang dibentuk dengan baik dan pelarian eksplosif selanjutnya. Merle Dandridge sukses mengulangi kedudukannya dari game sebagai bos Fireflies Marlene, menunjukkan kekerasan yang kamu harapkan dari seseorang teroris, namun juga saat-saat toleransi dan kerentanan kepada Joel dan Ellie kala memberi petunjuk pada mereka mengenai tujuan mereka. Para tokoh menjalankan karier yang luar biasa untuk mendirikan bukan cukup satu, namun dua tempat yang amat bertentangan dan amat kemanusiaan dalam unit pembuka ini. Yang juga memesona merupakan posisi tempat karakter-karakter ini bergerak, dengan perkampungan kotor dan jalanan kotor Boston QZ yang memberikan persepsi tempat yang jelas, di mana batasan kehidupan yang tenteram sudah lama memudar pemilik kios lokal dan orang sebelah yang ramah kini digantikan oleh infiltran narkoba dan penegak hukum bersenjata. Bagian ini melingkupi banyak hal sepanjang 80 menit, melaksanakannya dengan cekatan untuk bagian utama, sekalipun dengan separuh perkenalan orang dan terminologi yang sedikit terburu-buru yang nyaris tidak mengizinkan untuk bernafas sejenak. Konsep-konsep kayak wabah, mandala karantina, Kunang-kunang, dan status dunia dengan cara lazim dihidangkan dengan amat kilat. Atraksi ini kelihatannya sama kuatnya dengan Joel untuk meninggalkan QZ pada durasi-durasi spesifik yang menciptakan introduksi yang kilat, namun yang dapat menciptakan orang yang belum tahu sedikit tersesat di laut. Salah satu pandangan yang untungnya diberi ruang merupakan saat-saat pertama Ellie dan Joel berdua saja. Momen ini sebagai serupa intipan yang menggembirakan mengenai gerak mereka penuh ketegangan dan kurang membenarkan, namun dengan sisi menggembirakan saat Ellie dengan pintar melihat sandi radio Joel. Saat Joel, Ellie, dan Tess menjelajahi ke tempat yang tidak diketahui bersama, kita alhasil diberi waktu sejenak untuk mengelola napas. Mereka bisa jadi tidak tahu liku-liku apa yang menanti mereka, namun pemutaran perdana The Last of Us menjalankan karier yang baik untuk menyiapkan kita. Film ini dengan gemilang menawarkan percikan sorot yang disambut di antara kemalaman yang kelihatannya tak terbendung kayak cepat yang melanggar langit malam di atas, menyiangi jalan mereka di depan.   Kesimpulan Akhir Bagian 1 pada The Last of Us di HBO dengan mencekam mewalakkan dasar-dasar penganiayaan sentimental yang sedia menyakiti kita di tiap tahap perjalanannya. Para tokoh yang berada di puncak games mereka dengan keelokan teknis di balik kamera, melemparkan kita ke dalam dunia yang berada di pucuk tragedi saat sebelum dengan inteligen mengekspresikan kita ke dalam dunia yang sudah terjatuh ke dalam jarak kemusnahan. Tak henti-hentinya untuk beberapa besar waktu tayang yang berjarak, film ini rajin menghibur, lebih-lebih kala data baru dilemparkan ke arah kita dengan kekencangan tinggi. Mengenai namun eksplosif, film ini merangkum seluruhnya hal yang menciptakan unit pembuka kisah film game ini semacam itu unik.